Wednesday, April 30, 2014

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

Saya tak pernah membayangkan Turki, ketika tiba-tiba ditawarkan untuk pergi ke Turki oleh kantor. Turki yang saya kenal adalah Turki di jaman Kemal Ataturk dalam pelajaran sejarah di sekolah, orang Turki yang menjadi Gastarbeiter atau kuli bangunan di Jerman pasca PD II ketika kuliah bahasa Jerman di IKIP Jakarta dan Turki yang barangnya murah-murah, promosi teman-teman yang pergi ke Eropa dan transitnya di Turki. Dan ketika tiba di Turki, Turki luar biasa mempesona saya. Tidak hanya landsekap kotanya dan bangunannya yang mirip-mirip Austria, tetapi juga karena sejarahnya yang luar biasa. Ketika menjejak di Istanbul, saya sekejap lupa bahwa kekaisaran Islam terbesar dan terakhir adalah Kekhalifahan Usmaniyah yang berada di Turki. Berkeliling Istanbul beberapa hari, membuat saya berjanji untuk mempelajari kembali sejarah Turki dan kekhalifahan Usmaniyah atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Ottoman Empire.



Buku ini merupakan buku pertama yang saya beli di Jakarta sepulang dari Turki. Buku yang cukup tebal, 698 halaman dan hard cover. Dari daftar isinya terlihat kalau buku ini cukup komprehensif. Dimulai dari Asal usul bangsa Turki yaitu kesultanan Saljuk atau Seljuk. Bab II mengisahkan terbentuknya Khilafah Turki Utsmani dan era perintisan. Bab III adalah tentang Kepemimpinan Muhammad Al Fatih dan Penaklukan Konstantinopel. Bab IV menceritakan Sultan dan Tokoh Besar setelah Era Muhammad Al Fatih. Bab V menceritakan Awal Kemerosotan Khilafah Utsmaniyah. Bab VI Masa Pemerintahan Sultan Abdul Hamid, di sini Turki mulai "berkenalan" dengan kemajuan Eropa. Bab VII Sebab-sebab Runtuhnya Pemerintahan Utsmani.   

Buku ini cukup lengkap dan disajikan dengan kronologis. Tetapi gaya bercerita ini khas Timur Tengah yang kadang lompat ke beberapa masalah, sebelum kembali ke tempatnya semula. Hal yang tidak terlalu memenuhi selera saya, kelihatan sekali tujuan penulisan dan pencetakan buku ini adalah untuk menentang Barat dan penarikan kesimpulan bahwa keruntuhan kekhalifahan Utsmaniyah adalah merosotnya keimanan atau secara ringkas dengan alasan agama. Padahal, bisa jadi ada alasan lain. Misalnya setelah Turki menjadi negara sekuler, maka salah satu yang kasat mata adalah perubahan seragam tentara Turki yang begitu mirip dengan Eropa. 

Buku ini bukan merupakan kajian kritis, tetapi data-datanya luar biasa dan perlu dimiliki oleh mereka yang ingin mengetahui sejarah Turki, demikian juga mereka yang ingin mengetahui kebesaran kekhalifahan Utsmaniyah.     

No comments:

Post a Comment