Monday, June 19, 2023

Belajar bahasa Inggris mandiri

Orang bilang, "ah, kamu mah enak bisa bahasa Inggris . Jadi mudah saja membaca buku teks, koran juga dengar radio."
Saya tersenyum saja. Orang banyak gak tahu kalau saya bisa bahasa Inggris tidak tiba-tiba. Ada buku-buku yang saya pelajari, ada kaset yang saya dengarkan berulang-ulang dsb. 
Jaman dulu, tahun 90an, saya beli buku bekas karena tidak mampu beli buku yg baru. Sekarang buku baru sudah cukup murah dengan kualitas yg cukup baik. Buku bahasa Inggris  ini misalnya, terbilang cukup lengkap dengan harga terjangkau. Rp 39 ribu. 

Buku terdiri dari grammar tenses, vocabulary (kosakata) dan conversation atau percakapan. Cukup untuk pelajaran SMA. Untuk memperkaya kosakata, tentu saja kita mesti banyak baca buku berbahasa Inggris seperti novel.

Wednesday, August 5, 2020

My First AlQuran Words

Buku ini memang ditujukan untuk anak-anak tapi banyak orang dewasa, seperti saya ternyata perlu tahu juga. Bukunya bagus, warna warninya menarik, jadi senang mempelajarinya. Karena itu saya beli satu untuk saya dan anak-anak baca.

*My First Al-Quran Words Vol.1*

🌻 *Apa itu My First Al-Qur’an Words?*
• Buku pertama untuk anak mulai usia 3 tahun.
• Kamus mini yang membahas 3 Bahasa: Inggris, Arab dan Indonesia
• Berisi pengenalan kosakata yang penting dan wajib diketahui anak.

🌻 *Terdiri dari berapa judul?*
1. Animal
2. Nature
3. Fruit and Vegetable
4. Thing
5. Body

🌻 *Apa saja Keunggulannya?*
• Belajar mudah 3 bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris.
• Kamus mini pertama yang membahas 3 bahasa dengan kosakata yang berasal dari al-Qur’an. (Belum pernah ada buku serupa)
• Mengenal kosakata yang ada dalam Al-Qur`an dengan menyenangkan.
• Menstimulasi dan mengajak anak untuk mencintai al-Qur’an sejak dini.
• Ditampilkannya ayat-ayat yang berhubungan dengan semua kosa kata.
• Cocok untuk anak batita hingga sekolah dasar.
• Gambar didesain dengan kualitas 3D (terlihat seperti nyata).
• Pilihan warna soft, sehingga membuat lebih menarik dan disukai anak.
• Hard cover, full color, kertas tebal sehingga nyaman dipegang anak dan tidak mudah rusak.
• Dilengkapi dengan kotak cantik dan kardus ekslusif.

🌻 *Spesifikasi :*
Weight 3000 g
Dimensions 18.5 × 18.3 × 10.2 cm
Penulis Syarifah Levi
Penerjemah –
Penerbit Maghfirah Pustaka
Warna Full Color (F/C)
Kertas Cover Board Book



Jika tertarik, bia hubungi saya 0812 8115 0858 (ibu Pipit). Harga di luar ongkos kirim. 

Tuesday, September 23, 2014

Main Reksa Dana untuk Pemula

Kata-kata berinvestasi, reksa dana dan saham sudah bermain dalam pikiran saya sejak bertahun-tahun lalu. Maunya sih investasi tapi apa daya, pemasukan ternyata sama dengan pengeluaran. Ada kelebihan setiap bulannya, tapi gak banyak. Tapi kalau cuma menabung di bank saja, hasilnya tidak banyak. Belum lagi dengan inflasi, padahal biaya hidup di masa depan pasti akan lebih tinggi daripada sekarang. Jadi saya mesti cari alternatif lain. 

Saya pun mulai melirik reksa dana kembali dan ngobrol sana sini ternyata sejumlah sepupu saya sudah berinvestasi di reksa dana. Ternyata investasinya gak besar-besar amat, seratus ribu sebulan juga sudah bisa. Nah, kalau begini cocok lah dengan kemampuan kantong saya. Tetapi reksa dana yang mana yang dipilih? Meski ada prospektus, fund fact sheet, laporan keuangan setiap reksa dana, tetap saya gak mudeng. Sekali lagi saya beruntung, karena ada sepupu yang bekerja sebagai akuntan dan sudah mengambil sejumlah reksa dana. Jadi saya mengekor dia saja, karena dia sudah melakukan penelitian terhadap semua jenis reksa dana yang dia ambil.




Buku ini cocok untuk saya yang baru mengenal reksa dana. Meski sepupu-sepupu saya sudah bercerita dan di internet banyak berita dan cerita tentang reksa dana, tapi saya lebih suka mendapatkan informasi yang runtun dan teratur. Dari sejumlah buku yang ada di toko buku, saya memilih buku ini, karena sesuai dengan kebutuhan saya. 

Dimulai dengan kisah mengenai investasi, kenapa harus berinvestasi, mengenal jenis-jenis investasi dan cara cerdas berinvestasi. Kalau ini saya sudah paham. Nah, bab-bab berikutnya adalah informasi yang saya butuhkan. Bab 2 membahas mengenai reksa dana, untuk apa reksa dana, untung rugi berinvestasi di reksa dana dan sebagainya. Yang menarik adalah ada hitung-hitungan sejumlah biaya yang akan membebani reksa dana tersebut. Tentu saja ini penting, karena kita berinvestasi, maka kita harus berhitung.

Oh ya, apakah saya sudah berinvestasi di reksa dana? Ya, saya sudah berinvestasi di sebuah bank negara tetangga, karena investasinya murah, cuma seratus ribu sebulan. Bandingkan dengan bank swasta nasional yang mewajibkan kepemilikan dana sekian ratus juta di dalam akun. Waduh, kalau menunggu tabungan sebesar itu, kapan bisa berinvestasi? Mulai dari kecil dulu ah, seperti peribahasa, "lama-lama menjadi bukit."   

Tuesday, May 20, 2014

Simbol-simbol Illuminati di Arab Saudi

Yang saya tidak sukai dari buku-buku mengenai Islam adalah penulisnya tidak jelas. Banyak penulis menggunakan nama pena atau sejak tahun 1990-an disebut dengan nama hijrah. Maksudnya, nama aslinya diubah sehingga memiliki nama berbau negara-negara Timur Tengah. Termasuk salah satunya penulis buku ini. 




Nama penulis jelas merupakan satu hal penting ketika kita memilih suatu buku yang akan kita baca. Ketika saya buka bagian 'Tentang Penulis' di halaman belakang, tidak ada penjelasan yang jelas mengenai penulisnya, dmeikian juga foto penulis. Saya tidak tahu apakah Muhammad Abu Ezza ini adalah orang Indonesia atau orang dari negara mana. Ada banyak contoh kasus Indonesia, bisa jadi penulis buku ini adalah orang Indonesia atau bisa jadi juga penulis buku ini dari negara lain dan mengambil contoh Indonesia, karena dari internet pun banyak berita tentang Indonesia. 

Kekurangan kedua adalah tidak ada alamat penerbitnya bahkan tidak ada PO BOX-nya. Sungguh mengherankan, karena buku ini dijual di Gramedia. Berarti Gramedia tidak menyeleksi dengan ketat buku yang dijual di tokonya, atau Gramedia hanya mengacu pada trend saja yaitu trend buku Islam tanpa memperhatikan kelengkapan konten sebuah buku. Memang bukan kewenangan Gramedia menyeleksi buku yang akan dijualnya. Tetapi, melihat penulis lama di Beirut, saya agak khawatir dengan konten isi buku ini. Ketiga, buku ini tidak memiliki daftar referensi atau bibliografi. Dengan demikian, sebagus apapun penulisan buku ini dan sebetapa hebat dan lengkapnya data dalam buku ini, buku ini tidak bisa dijadikan referensi, apalagi menjadi referensi untuk penulisan karya ilmiah. 



Dimulai dari Kata Pengantar, terlihat jelas bahwa penulis ini anti Illuminati dengan langsung menuduh bahwa Illuminati adalah kelompok pemuja setan dan berkaitan langsung dengan sejumlah ordo dan kelompok Yahudi. Logikanya, jika kelompok Illuminati adalah kelompok pemuja setan, kenapa banyak ilmuwan menjadi anggota Illuminati demikian juga dengan banyak keluarga berpengaruh di Amerika dan dunia. Seharusnya penulis menyertakan referensi ataupun footnote yang mengatakan bahwa kelompok Illuminati adalah kelompok pemuja setan. Atau, jangan-jangan tuduhan dalam buku ini adalah sebagai balasan atas novel-novel Dan Brown yang bertemakan kelompok Illuminati dan keluarga-keluarga kaya di Amerika Serikat. Dengan menuduh para ilmuwan sebagai pemuja setan, tak ubahnya menuduh bahwa ilmu pengetahuan yang di-'temu'-kan dan disebarluaskan adalah ilmu setan. Ini ciri khas pemikiran Abad Pertengahan.

Masih di Kata Pengantar, ada beberapa fakta yang cukup penting tetapi lagi-lagi tidak memiliki referensi. Misalnya, bahwa penguasa Arab Saudi berdarah Yahudi. Ada kesimpulan yang cukup menggelikan yaitu bahwa sekte Wahabisme dijadikan "kuda tunggangan" dan dipolitisir oleh penguasa Arab Saudi. Siapapun yang memiliki pengetahuan sejarah Timur Tengah mengetahui bahwa keluarga Wahab dan keluarga Saudi bekerja sama ketika mulai mendirikan kerajaan Arab Saudi dan mereka menikmati kerja sama tersebut hingga hari ini. 

Penyusun mengatakan bahwa sekte Wahabisme adalah sekte yang tulus mengembalikan umat muslim ke jalan Allah. Sejarah Arab membuktikan banyaknya orang yang mati karena penegakan sekte Wahabi ini, karena sekte Wahabi menghalalkan berbagai cara agar orang mengikuti pahamnya atau mati. Padahal Islam memiliki banyak tafsir di berbagai negara atau orang di berbagai negara beragama Islam tetapi menyelaraskan dengan budaya di negaranya. Sebagaimana kata Nabi Muhammad SAW bahwa, "perbedaan di antara umatku adalah rahmat." Tetapi di bab I juga si penulis mengakui keanehan dari sekte Wahabi yang membantai rakyat di Arab yang tidak mengikuti sekte tersebut.  

Daftar Isi buku ini cukup lengkap dan komprehensif 
Bab 1: Wahabi dan Zionis
Di sini enulis mencoba menjelaskan keterkaitan antara sekte Wahabi dan Zionis

Bab 2: Ada apa antara Yahudi dan Saudi?
Di sini penulis menjelaskan hubungan antara Yahudi dan Arab Saudi

Bab 3: Simbol-simbol Yahudi di Kota Suci
Jenis-jenis bangunan baru yang ada di Mekkah dengan menggusur bangunan lama termasuk peninggalan Nabi dan sahabat Nabi

Bab 4: Illuminati
Sejarah berdirinya Illuminati

Bab 5: Symbol
Simbol-simbol Illuminati di berbagai negara dan maknanya

Bab 6: Kaballah
Menjelaskan kelompok Kaballah yang merupakan kelompok semacam Illuminati di wilayah Timur Tengah

Bab 7: Jaringan
Jaringan Illuminati - Freemansory - Zionis

Bab 8: Bloodlines
Jaringan keluarga besar dan terkemuka di Amerika Serikat yang ditengarai adalah kelompok Illuminati

Sebagai bahan bacaan, buku ini bagus dan penting untuk dibaca. Tetapi, pembaca hendaknya memiliki keluasan pandangan berpikir dan membaca buku-buku lain yang terkait dengan Illuminati maupun lembaga-lembaga lain yang dicantumkan dalam buku ini. 


Catatan: Buku ini saya beli pada hari Kamis, 20 Mei 2014 di Gramedia Citraland.
  
   

Wednesday, April 30, 2014

15 Anak Genius Peraup Dolar

Kalau anda bingung dengan gaji yang pas-pasan, sedangkan kebutuhan hidup terus meningkat, serasa tutup lobang gali lobang, saya menyarankan anda untuk membaca buku ini.



Saya suka membaca buku-buku orang yang berhasil. Dan orang yang berhasil, biasanya adalah orang yang optimis, orang yang terus bermimpi, orang yang terus melangkah. Ini menjadi inspirasi buat saya, dan bisa jadi buat anda.  

Anak-anak ini yang sekarang sudah menjadi mahasiswa kaya raya, dulunya adalah anak-anak biasa, yang minta uang jajan dengan orangtua, tapi mereka kreatif. Ada yang memang minta uang jajan untuk berbisnis, ada juga yang karena hobi utak atik internet, ternyata kok ya apa yang diutak atik diminati orang, bisa dijual, dalam harga yang tinggi pula. 

Cameron Johnson memulai bisnisnya dengan melelang boneka-boneka adiknya yang terlalu banyak di eBay. Setelah sukses, dia merambah ke bisnis lain yang terkait dengan internet. Farrah Gray memulai bisnis dengan berjualan batu pengganjal pintu dan body lotion buatan ibunya. Setelah sukses dia mengajak anak-anak muda sekitar untuk menjadi wirausaha muda. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. 

Apakah anda harus berbisnis di internet seperti mereka? Pilihannya tergantung pada anda. Anda yang paham kualitas dan kemampuan diri anda sendiri. 

Saya sendiri selain mengajar bahasa Jerman secara privat, saya juga berjualan mainan pendidikan secara online, melalui beberapa blog saya. Hasilnya lumayan, meskipun tidak stabil dan tidak dapat dipastikan. Tetapi setiap minggu selalu saja ada penjualan. Penjualan terbesar saya adalah menjual puzzle rubics dengan nilai Rp 20 juta. Alhamdulillah, keuntungan penjualan mainan pendidikan secara online selama ini bisa membantu saya membeli laptop dan membiayai internet bulanan saya. Dan saya melakukannya sendirian, karena belum berani membayar seseorang untuk membantu saya. Saya mendapatkan murid pun sekarang kebanyakan dari blog saya www.les-bahasa-jerman.blogspot.com.

Saya tidak mau berjualan pakaian, meskipun penjualan pakaian menduduki tempat teratas. Saya bukan orang yang fashionable, orang yang paham pergerakan model baju dan saya tidak mau ikut-ikutan model baju yang sedang populer. Beberapa orang yang saya kenal berjualan baju secara online dan sangat laku. Ada murid saya yang dokter dan akan melanjutkan kuliah spesialis ke Jerman, dan dia mengaku berjualan baju secara online sejak SMA! Memang dia adalah orang yang cukup trendy, jadi tahu selera pasar dan setiap hari mengirim paling tidak 10-20 bungkusan baju kepada pembelinya. 

Adik saya berjualan busana muslim melalui akun Facebook-nya. Dia pergi ke Tanah Abang dan membeli baju katakanlah 30-40 potong, karena naik bis dan kereta api, jadi tidak mampu membeli terlalu banyak. Ketika anaknya sudah makan dan tidur, dia memotret baju-baju tersebut. Nanti ketika anaknya bangun dan bermain dengan anak tetangga, dia meng-uploadnya di akun Facebook-nya. Hasilnya, luar biasa, dari 30-40 baju yang di-upload, dalam waktu 1-2 hari itu baju yang laku mencapai 20-30 potong. Andaikan dia mengambil keuntungan 10-20 ribu per potong, dalam waktu 2-3 hari keuntungan yang diperolehnya sekitar 200 ribu - 300 ribu, bahkan bisa lebih. Satu bisnis yang lumayan untuk seorang ibu rumah tangga.   

Jadi, tentukan minat anda dahulu sebelum melangkah berbisnis online. Saya rasa banyak keterampilan, barang dan jasa bisa dijual di jaman ini untuk mendapatkan uang secara halal tanpa tergantung orang lain atau pemerintah. Ah ya, sumber ide yang paling saya sukai adalah duduk dan mengamati serta ngobrol dengan para pengirim paket di kantor JNE. Melihat mereka mengirim paket-paket ke pembeli mereka bisa memberikan semangat kepada saya.     

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

Saya tak pernah membayangkan Turki, ketika tiba-tiba ditawarkan untuk pergi ke Turki oleh kantor. Turki yang saya kenal adalah Turki di jaman Kemal Ataturk dalam pelajaran sejarah di sekolah, orang Turki yang menjadi Gastarbeiter atau kuli bangunan di Jerman pasca PD II ketika kuliah bahasa Jerman di IKIP Jakarta dan Turki yang barangnya murah-murah, promosi teman-teman yang pergi ke Eropa dan transitnya di Turki. Dan ketika tiba di Turki, Turki luar biasa mempesona saya. Tidak hanya landsekap kotanya dan bangunannya yang mirip-mirip Austria, tetapi juga karena sejarahnya yang luar biasa. Ketika menjejak di Istanbul, saya sekejap lupa bahwa kekaisaran Islam terbesar dan terakhir adalah Kekhalifahan Usmaniyah yang berada di Turki. Berkeliling Istanbul beberapa hari, membuat saya berjanji untuk mempelajari kembali sejarah Turki dan kekhalifahan Usmaniyah atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Ottoman Empire.



Buku ini merupakan buku pertama yang saya beli di Jakarta sepulang dari Turki. Buku yang cukup tebal, 698 halaman dan hard cover. Dari daftar isinya terlihat kalau buku ini cukup komprehensif. Dimulai dari Asal usul bangsa Turki yaitu kesultanan Saljuk atau Seljuk. Bab II mengisahkan terbentuknya Khilafah Turki Utsmani dan era perintisan. Bab III adalah tentang Kepemimpinan Muhammad Al Fatih dan Penaklukan Konstantinopel. Bab IV menceritakan Sultan dan Tokoh Besar setelah Era Muhammad Al Fatih. Bab V menceritakan Awal Kemerosotan Khilafah Utsmaniyah. Bab VI Masa Pemerintahan Sultan Abdul Hamid, di sini Turki mulai "berkenalan" dengan kemajuan Eropa. Bab VII Sebab-sebab Runtuhnya Pemerintahan Utsmani.   

Buku ini cukup lengkap dan disajikan dengan kronologis. Tetapi gaya bercerita ini khas Timur Tengah yang kadang lompat ke beberapa masalah, sebelum kembali ke tempatnya semula. Hal yang tidak terlalu memenuhi selera saya, kelihatan sekali tujuan penulisan dan pencetakan buku ini adalah untuk menentang Barat dan penarikan kesimpulan bahwa keruntuhan kekhalifahan Utsmaniyah adalah merosotnya keimanan atau secara ringkas dengan alasan agama. Padahal, bisa jadi ada alasan lain. Misalnya setelah Turki menjadi negara sekuler, maka salah satu yang kasat mata adalah perubahan seragam tentara Turki yang begitu mirip dengan Eropa. 

Buku ini bukan merupakan kajian kritis, tetapi data-datanya luar biasa dan perlu dimiliki oleh mereka yang ingin mengetahui sejarah Turki, demikian juga mereka yang ingin mengetahui kebesaran kekhalifahan Utsmaniyah.     

Thursday, April 24, 2014

Ketika Makkah menjadi seperti Las Vegas

Ketika melihat buku ini di Gramedia beberapa waktu lalu, saya langsung menyambarnya dan membaca rangkuman di belakang buku ini. Saya prihatin kalau tidak dibilang cukup nyinyir dengan perubahan fisik yang terjadi di Mekkah, meskipun saya belum pernah ke sana. Dan saya cukup puas, karena buku ini memenuhi keinginan saya. 

Sebagai seorang peminat sejarah, tentu hati saya teriris setiap kali mendengar bahwa banyak situs bersejarah di kota Mekkah dihancurkan atas nama perluasan mesjid Haram dan menampung jemaah haji. Memang benar, jemaah haji makin banyak tetapi tidak bisa menjadi alasan untuk membongkar situs-situs bersejarah. Para haji ingin napak tilas perjuangan nabi Muhammad dan nabi Ibrahim tetapi jejaknya sudah disapu bersih oleh pemerintah Saud.




Buku ini ternyata tidak menceritakan mengenai situs-situs yang tergusur atas nama keperluan haji, tetapi lebih jauh menganalisa mengenai agama, politik dan ideologi. Seperti rangkuman di belakang buku ini, "Ketika kekuatan kapitalis mendistorsi konsep agama, agama terancam tinggal menjadi wujud tanpa signifikansi."

Ya, apa yang diharapkan ketika seseorang ingin napak tilas merenungi perjalanan sebuah agama besar di dunia, tetapi tonggak-tonggak bangunan kesejarahan sudah berganti menjadi hotel mewah dan mall yang menjual barang-barang branded, tak ubahnya kota metropolis di benua lain.

Buku ini bagus dibaca oleh mereka yang (mau) berpikir kritis dan pengamat sejarah. Saya pribadi, semakin banyak membaca mengenai perubahan Mekkah, Mekkah pun tidak lagi menjadi tujuan utama travelling saya. Mekkah hanya menjadi salah satu kota yang akan saya kunjungi suatu hari nanti. Kalau pun saya ke sana, saya harus bersiap-siap beribadah tanpa mendapat "sentuhan kesejarahan kebesaran agama Islam di masa awalnya".